WA 0895634422166|cs@invesh.id

Cara Nabung Saham Online. Yuk Kenali Apa Itu Keuntungan, Resiko, Biaya dan Kompetisinya!

Masih ingat iklan dari bursa efek Indonesia (BEI) soal ‘Yuk nabung saham!”? Nah, kali ini InveshID akan membahas bagaimana cara nabung saham online berserta keuntungan, biaya, resiko beserta kompetisi menabung saham.

Banyak juga yang bertanya sama Om Google, ‘cara menabung saham di bank BCA, BRI, dan Mandiri?’. Tapi, sebenarnya ini pertanyaan yang salah besar, karena langkahnya tidak seperti itu.

Cara Nabung Saham Online

  1. Siapkan modal deposit. Umumnya syaratnya rata-rata Rp2 juta per investor.
  2. Daftar di Perusahaan Sekuritas terdekat di kotamu atau via online.
  3. Setelah akun trading jadi, lakukan analisis saham fundamental atau teknikal.
  4. Tentukan 2-3 saham bagus yang akan ditabung dalam waktu 1-20 tahun kedepan.
  5. Mulai membeli saham secara berkala
  6. Pantau saham yang Anda pegang dengan menganalisis fundamentalnya sekali setahun.
  7. Jual saham Anda jika sudah mahal atau fundamentalnya sudah tidak mendukung.

cara nabung saham online

Itulah 7 langkah menabung saham di bursa efek Indonesia untuk pemula. Dan untuk lebih jelasnya, mari kita jelaskan satu per satu.

1. Modal Deposit

Maksud dari deposit dalam nabung saham adalah modal awal yang harus disetor saat mulai membuka rekening trading.

Tujuannya, hanya untuk memastikan bahwa calon investor tersebut benar punya moda untuk berinvestasi, jadi bukan hanya coba-coba atau simulasi saja.

Memang rata-rata memberikan syarat minimal Rp2.000.000 per orang. Tapi, kenyataannya tetap ada yang syarat deposit awalnya lebih murah, seperti di IndoPremier yang hanya menyaratkan minimal Rp200.000 saja.

Selain modal deposit, masih ada modal lainnya, yaitu modal bertransaksi saham. Modal ini juga diambil dari modal deposit. Dalam hal ini ada 2 yang perlu diketahui:

  1. Modal minimal transaksi
  2. Fee trading

Aturannya, minimal transaksi untuk sekali beli saham tidak boleh beli per lembar, tapi ada satuan khususnya, istilahnya ‘lot’.

Jadi beli saham harus per lot. Minimal 1 lot saham.

Jumlah per 1 lot saham adalah 100 lembar saham. Sehingga, untuk sekali beli saham sebenarnya wajib beli minimal 100 lembar atau 1 lot.

Adapun harga saham terendah di BEI saat ini adalah Rp50 (lima puluh rupiah).

Dengan demikian, kalau per lot jumlahnya 100 lembar dan harganya Rp50, maka modal beli yang harus dikeluarkan untuk nabung saham pertama Anda adalah Rp5.000 karena dari hasil 100 x 50.

Kemudian, yang harus diperhatikan juga bahwa setiap kali membeli atau menjual saham maka si investor juga dikenakan biaya. Besarannya di kisaran 0,15%-0,25%. Sehingga, fee trading jual dan belinya totalnya tidak sampai 0,5%.

So, kalau kita total, sebenarnya kenanya hanya Rp25 (dua puluh lima rupiah) saja biayanya kalau total investasinya hanya Rp5.000 saja.

Hanya saja, faktanya tidak demikian. Karena, umumnya perusahaan sekuritas atau broker mensyaratkan biaya minimalnya Rp5000 per sekali transaksi.

Dengan demikian, total biaya nabung saham adalah Rp10.000 untuk sekali transaksi 1 lot saham. Sampai di sini sudah paham kan?

2. Perusahaan Sekuritas

Istilah lain untuk perusahaan perantara ini adalah broker saham.

Jadi harus tau, kalau beli saham itu tidak bisa lewat bank atau langsung ke BEI. Karena prosedurnya sudah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perusahaan sekuritas ini juga tidak boleh sembarang PT. Harus sudah mendapat izin oleh OJK dan semua syaratnya sudah dipenuhi, serta harus terdaftar di situs Bursa Efek Indonesia, IDX.co.id

Kalau mau cari datanya maka pilih menu ‘Anggota Bursa’ di situs resmi BEI, IDX.

Saat ini, total ada 106 anggota bursa yang sudah resmi tercatat dan dipublikasikan di IDX. Silahkan pilih mana yang sesuai kriteria Anda.

Pastikan pilih pialang atau broker yang terpercaya dan sesuai tips rekomendasi dari pakar. Di antaranya di artikel ini: https://analis.co.id/tips-memilih-perusahaan-sekuritas.html.

3. Analisis saham

Di langkah ketiga inilah sebenarnya inti dari cara nabung saham online yang penulis bahas di artikel ini. Tanpa ini maka investasi anda bukannya akan untung tapi bisa saja mengalami kerugian.

Analisis di sini tergantung dengan aliran investasi yang dipilih oleh si trader.

Ada dua aliran dalam bermain saham, yaitu:

  • Value Investing
  • Growth Investing

Value investing adalah aliran bermain saham yang memilih dan membeli saham berdasarkan analisis fundamental dari saham tersebut. Dalam hal ini, analisisnya lebih banyak ditujukan pada laporan keuangan per kuartal atau tahunan dari perusahaan.

Sedangkan growth investing adalah aliran investor yang berinvestasi saham berdasarkan analisis teknikal dari saham tersebut. Analisis ini menggunakan grafik pergerakan harga saham di bursa sebagai objek analisanya.

Jadi istilah candle stick, uptrend, downtrend, sideway, moving average, breakout dan sebagainya, lebih umum digunakan oleh aliran yang kedua di atas.

Materi ini sangat kompleks dan tidak cukup bila hanya dibahas melalui artikel ini saja. Silahkan baca selengkapnya di sini: Materi Analisa Fundamental.

Dalam prakteknya, analisa yang lebih tepat digunakan saat menabung saham adalah analisa fundamental.

Kenapa begitu?

Ya, karena teknik analisa di atas tidak perlu memantau pergerakan harga saham seharian.

Kadang ada yang per kuartal saja, kadang juga ada yang memantau portofolionya sekali setahun saja setelah laporan keuangan tahunan rilis, yaitu pada bulan maret di tahun berikutnya.

4. Pilih saham yang bagus

Pertanyaannya, kenapa tidak beli 1 saham saja atau banyak sekalian?

Jadi begini, dalam investasi saham tak selamanya saham yang sudah dianalisa dengan baik lalu dibeli akan untung dikemudian hari. Ada kalanya harganya turun. Terutama bila perusahaannya mengalami masalah atau rugi besar di periode tertentu yang mengakibatkan sahamnya anjlok.

Jika terjadi seperti itu, maka siapa pun tradernya, baik itu sudah berpengalaman atau jago banget, ia tetap akan mengalami kerugian.

Sehingga, berinvestasi dengan hanya membeli 1 saham sangat tidak disarankan karena resikonya sangat besar dan bisa menyebabkan kerugian.

Dibanding, bila kita membeli 2-3 saham dalam portofolio kita, maka sekalipun 1 saham rugi, maka masih ada cadangan di saham lain yang juga bisa jadi untungnya lebih besar dari kerugian di saham lain.

5. Mulai membeli saham

Setelah analisis mendalam dilakukan, dalam hal ini analisa fundamental karena cara analisa inilah yang paling pas untuk investor jangka panjang, selanjutnya mulai trading saham.

Dalam langkah ini, Anda harus paham istilah bid, offer, match dan reject. Perhatikan gambar di bawah:

kompetisi yuk nabung saham go

Bid artinya penawaran beli, offer adalah penawaran jual dari pemilik saham, dan match maksudnya saham yang sudah ditawar telah berhasil dibeli dan sudah pindah ke portofolio Anda.

Adapun reject, pesan otomatis ini akan muncul bila membeli saham di luar jam bursa buka atau saham yang akan dibeli kenaikannya sudah melebihi batas yang ditentukan, yaitu sudah naik 35% dalam sehari.

Dari gambar di atas, kalau melakukan bid di harga Rp2.360 per lembar maka akan langsung match, tapi bila di harga Rp2.350 maka harus menunggu sampai ada yang melakukan offer di level tersebut atau jika harganya naik karena pasar.

Adapun untuk mulai transaksi maka tinggal isi di kolom yang dilingkari besar di gambar di atas.

Yang harus di isi adalah StockCode dengan kode saham, kemudian Action pilih ‘Buy’ jika mau beli, sedang price untuk harga yang diinginkan dan lot jumlah satuannya.

Adapun Transaction limit dan amount akan otomatis terisi. Dan pin code adalah pin untuk trading yang didapat dari perusahaan sekuritas.

Terakhir, jika semua data yang diinput sudah benar maka transaksi sudah bisa dimulai. Biasanya akan muncul dua kali pesan melayang untuk mengkonfirmasi apakah datanya sudah benar. Tinggal ‘oke’ saja dan selesai.

6. Pantau sahammu

Maksud dari memantau di sini adalah dengan manganalisis ulang saham yang sudah ditabung setiap kali laporan keuangan terbarunya keluar. Biasanya 3 bulan sekali.

Kadang juga ada yang melakukannya hanya setahun sekali setelah laporan keuangan tahunan rilis di bulan maret. Tapi itu kalau perusahaan yang ditabung memang betul-betul dari perusahaan baik.

Selain itu, pantau juga isu yang berkembang. Jangan sampai webnya mendapat sentimen negatif yang parah yang clop dengan kinerjanya juga yang lagi buruk, maka besar kemungkinan akan jatuh harganya.

Jika terjadi force majure maka mau tidak mau sahamnya harus dilepas, entah itu sudah untung atau rugi.

7. Jual saham pada timing yang tepat.

Mengenai ini perlu dibahas di artikel tersendiri. Kalau di sini mungkin artikelnya terlalu panjang.

Cukup demikian ulasan cara nabung saham online dari Invesh kali ini. Pertanyaan terkait seperti resiko, keuntungan dan kompetisi yuk nabung saham bisa ditanyakan via komentar di bawah. Go sharia invest now!

By |Categories: Saham|Tags: |

About the Author:

Semua investasi ilmu dan ikhtiar ini hanya untuk mengabdi pada-Nya, sang Mahatahu. Dan goals terbesarku dalam petualangan di dunia maya adalah membangung lembaga pendidikan Qur’ani, semata menjalankan perintah Iqra'Nya, akar dari segala kesuksesan dunia dan akhirat.

Leave A Comment

[/fusion_text]
BUY AVADA NOW!
[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

This Is A Custom Widget

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.