WA 0895634422166|cs@invesh.id

Cara Membeli Saham Bagi Pemula. Yuk Daftar dan Buka Rekening Nabung Saham!

Salam sahabat InveshID! Sebenarnya pertanyaan bagaimana cara membeli saham bagi pemula adalah pertanyaan yang sangat mudah. Tapi bagi orang yang belum tau sama sekali cara daftar saham online di bursa efek tentu masih membingungkan.

Sebenarnya banyak juga yang bertanya, bagaimana cara bermain saham online? Atau bagaimana cara menabung saham? Tapi sebenarnya semua sama saja maksudnya, yakni melakukan investasi saham di BEI.

Berikut adalah Langkah-langkah Daftar atau Cara Membeli Saham bagi Pemula secara Online.

Jadi step by step di bawah juga sudah menjawab cara buka rekening saham BRI, Telkomsel, Unilever dan lainnya. Termasuk juga cara bermain saham maka awalnya harus melalui 6 tahapan di bawah:

1. Menyiapkan modal deposit dan trading

Perlu dipahami, bahwa sebelum membeli saham maka seorang calon investor harus menyediakan modalnya dulu.

Modal deposit adalah modal setoran awal yang harus dimiliki dimana tiap perusahaan sekuritas punya standarnya masing-masing. Umumnya, rata-rata modal deposit awal untuk membuka akun bermain saham berada di kisaran Rp2 juta.

Sebenarnya tujuan utama adanya syarat minimal deposit ini adalah untuk memastikan bahwa yang akan membuka akun trading betul-betul punya modal. Jadi bukan cuma simulasi atau coba-coba saja.

Tapi, sekalipun begitu, ada juga perusahaan sekuritas yang mensyaratkan modal awal yang sangat minim, yaitu minimal Rp200 ribu saja, contohnya IndoPremier.

Nah, setelah paham modal depostinya, selanjutnya harus tau juga berapa sih modal minimal yang dibutuhkan untuk sekali transaksi saham?

Untuk saat ini, harga saham yang paling rendah adalah minimal Rp50 per lembar. Sedangkan, jumlah minimal yang harus dibeli untuk sekali transaksi adalah 1 lot. Adapun jumlah satuan per lot nya adalah 100 lembar saham.

Itu artinya, kalau syarat beli saham minimal 1 lot, maka transaksi dibutuhkan dana Rp5.000.

Kenapa? Ya, karena kalau harga saham paling rendah adalah Rp50 per lembar dan minimal beli 1 lot atau 100 lembar, maka jika dikalikan hasilnya adalah Rp5.000 untuk sekali beli saham.

Hanya saja, masih ada satu hal lagi yang harus diperhatikan, yaitu fee trading atau biaya transaksi. Rata-rata besaran biaya ini kurang lebih 0,18% sampai 0,25% per sekali tradingnya. Ini belum termasuk kalau kita jual kembali saham yang sudah dibeli, maka ada biayanya lagi.

Sebagai contoh, salah satu perusahaan sekuritas mensyaratkan bahwa sekali transaksi, manakala fee tradingnya tidak sampai Rp5.000, maka si pialang tersebut tetap memotong fee trading sebesar Rp5.000. Tapi tidak semua seperti itu.

2. Mendaftar di Perusahaan Sekuritas

Langkah kedua untuk cara membeli saham bagi pemula adalah dengan mendaftar di perusahaan sekuritas.

Banyak yang bertanya sama Om Google, “Cara beli saham di bank?”

Haloo…! Itu sama sekali tidak benar, alias keliru. Karena, beli saham itu sama sekali tidak melalui bank.

Ada juga nih yang bilang kalau mau bermain saham maka belinya langsung ke bursa efek Indonesia (BEI). Ini juga salah, karena investasi saham tidak bisa dilakukan langsung ke BEI. Tapi harus melalui perantara.

Nah, perusahaan sekuritas inilah jawabannya. Dimana di sinilah tempat para investor melakukan segala aktifitas tradingnya, baik itu melakukan bid dan offer.

Secara umum, bentuk persahaan ini berbadan hukum PT atau Perseroan Terbatas dan terdaftar sebagai anggota bursa di situs IDX.

Saat ini, di bursa ada kurang lebih 106 perusahaan yang tercatat sebagai anggota bursa dan jumlahnya tentu akan terus bertambah.

Dari 106 perusahaan sekuritas tersebut, ada yang bertindak hanya sebagai Penjamin Emisi Efek, ada yang hanya Perantara Pedagang Efek, ada yang selaku Manajer Investasi saja, serta ada juga yang mengelola ketiga layanan tersebut.

Jadi, kalau mau bermain dan ingin membuka rekening saham, maka tempatnya ada di Perusahaan Sekuritas. Silahkan pilih salah satu dari 106 perseroan tersebut, tentunya yang ada layanan brokernya atau Perantara Pedagang Efek.

3. Memilih aliran bermain saham

Setelah buka rekening saham, sebaiknya jangan buru-buru bertransaksi. Menurut hemat penulis, masih ada 2 proses yang harus dilakukan. Dan saya kira, jika ini tidak dilakukan maka bisa saja menimbulkan kerugian.

Ada yang bilang begini, “Saya tidak mau main saham karna harus melototin komputer seharian penuh!”

Ini sebenarnya bisa benar, bisa juga salah.

Benar kalau aliran yang dipilih adalah growth investing, dan salah kalau aliran yang dipilih ternyata value investing.

Ya, itulah dua aliran umum dalam trading.

Kalau growth investing, maka beli sahamnya berdasarkan analisa teknikal. Dasar analisisnya adalah dari pergerakan grafik harga saham. Terkadang sama sekali tidak peduli dengan valuasi dan fundamental saham yang akan dibeli.

Adapun value investing, maka analisis yang digunakan adalah analisa fundamental. Dasar atau rujukannya dalam melakukan analisis adalah dari fundamental perusahaan, dalam hal ini laporan keuangan emiten.

Di antara karakteristik dari keduanya adalah kalau growth investor umumnya harus selalu standby di depan komputer. Kadang bisa sampai seharian penuh, selama jam bursa berlangsung.

Kalau value investor (pelaku dari value investing), bisa dibilang lebih santai karena jangka waktu investasinya tidak dalam hitungan hari, apalagi jam. Kadang ada yang menahan sahamnya hingga 3 tahun, bahkan ada yang tidak pernah dijual sama sekali seperti yang dilakukan oleh Warren Buffett.

Walau begitu, ada juga yang hanya di bawah 1 tahun saja. Ya, antara 3-12 saja kemudian setelah itu dilepas.

So, semua kembali pada Anda. Mau pilih yang mana saja boleh asal disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan Anda.

4. Analisis saham secara mandiri

Setelah tahu langkah awal dalam cara daftar saham online, maka sebelum membeli saham tertentu, yang harus dilakukan adalah melakukan analisis.

Sudah saya singgung di atas, kalau memilih jadi value investor maka analisisnya lebih banyak menekankan pada fundamental perusahaan, yakni pada laporan keuangan terbaru dari perusahaan tersebut.cara membeli saham bagi pemula

Demikian halnya pada aliran satunya, yakni growth investing. Maka analisis yang dilakukan adalah pada analisis teknikal yang dasarnya pada grafik harga saham.

Pastikan lakukan analisis yang mendalam dengan mempertimbangkan semua aspek, termasuk makro ekonomi, sektor perusahaannya dan juga kondisi pendukung seperti IHSG, nilai tukar rupiah, dan juga sentiment yang beredar.

5. Melakukan trading saham

Nah, setelah semua tahapan di atas dilakukan, maka barulah masuk pada proses transaksi saham. Dalam hal ini ada beberapa istilah penting yang harus diketahui.

Jika mau membeli saham maka istilahnya ‘offer’ atau penawaran jual, sedangkan jika mau menjual saham maka istilahnya pasang ‘bid’ atau penawaran beli.

Bila saham yang di-bid berhasil didapatkan karena harganya sesuai dengan offer yang ada, maka akan tertera tulisan ‘Match’. Atau, sahamnya sudah berhasil terbeli dan sudah tercatat di portofolio Anda.

Jadi sesederhana itu cara melakukan trading saham di bursa.

Hanya saja, saat menjual saham kita juga tidak asal jual. Jangan begitu naik langsung dijual padahal harganya masih akan naik. Atau bisa juga, sahamnya sudah mulai downtrend tapi tetap saja dihold, padahal ada kemungkinan akan rugi.

Semua itu kembali pada ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh masing-masing trader. Semakin lama jam terbangnya maka akan semakin peka menilai mana saham yang sebaiknya dibeli dan dijual.

6. Memahami timing beli dan jual saham

Sudah disinggung di atas kan. Tapi, sedikit saya jelaskan lagi maksudnya

Jadi, kalau kita mau membeli saham bukan hanya pertimbangan grafik dan fundamentalnya saja. Terkadang waktu yang tepat menjual atau membeli saham tersebut sama pentingnya untuk dianlisa.

So, teman-teman InveshID juga harus belajar soal analisis news, IHSG, dan terutama pada sektor dari saham yang akan dibeli. Jangan sampai sektornya lagi lesu malah sahamnya dihold atau mulai dibeli.

Kenapa harus seperti itu?

Ya, karena ada saham tertentu yang punya siklus tersendiri. Di saat tertentu harganya naik, dan di saat yang lain harga sahamnya tidak bergerak sama sekali.

Contohnya, saham pertambangan batubara. Jika harga batu bara lagi rendah, maka biasanya sahamnya juga tidak dilirik oleh investor. Baru ketika mulai naik harga batubara tersebut maka barulah orang-orang beramai-ramai mengoleksi sahamnya.

Nah, seperti itulah maksud dari timing dari sub bab pembahasan kita soal cara membeli saham bagi pemula. Dan munkin cukup sekian pembahasan kita kali ini.

Dengan demikian, pertanyaan teman2 soal bagaimana cara daftar saham online dan cara membeli saham perusahaan Tbk secara online seperti telkomsel, Unilever, Bank BRI, Indomaret, dan perusahaan BUMN lainnya, sudah terjawab.

Termasuk juga, cara nabung dan cara buka rekening saham BRI yang anda bingungkan selama ini. Oke, selamat berinvestasi syariah!

By |Categories: Saham|

About the Author:

Semua investasi ilmu dan ikhtiar ini hanya untuk mengabdi pada-Nya, sang Mahatahu. Dan goals terbesarku dalam petualangan di dunia maya adalah membangung lembaga pendidikan Qur’ani, semata menjalankan perintah Iqra'Nya, akar dari segala kesuksesan dunia dan akhirat.

Leave A Comment

[/fusion_text]
BUY AVADA NOW!
[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

This Is A Custom Widget

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.